Jumat, 28 Juli 2017

Panjat Tebing Semi Olahraga

Olahraga panjat tebing tentu mengundang perasaan dengan keberanian dimana memanjat bukan hal yang gampang. Bukan seperti memanjat pohon biasa namun perlu teknik untuk melakukan panjat tebing. Olahraga yang satu ini sudah sangat berkembang di Indonesia, karena banyak diminati oleh kaum remaja laki-laki dan juga perempuan. Panjat tebing ini merupakan semi olahraga dimana mengandalkan kelenturan pada tubuh dan juga kekuatan otot untuk menggunakan teknik memanjat agar mencapai puncak tertinggi. Atau olahraga satu ini merupakan satu bagian dari mendaki gunung bagi para pendaki yang tidak bisa dilakukan dengan berjalan kaki ke gunung dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang bebatuan tebing dengan sudut kemiringan yang mencapai 45 derajat dan juga memiliki kesulitan tertentu.

Panjat Tebing

Panjat tebing merupakan olahraga bersifat petualangan murni yang mana sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas. Seiring berkembangnya olahraga ini sendiri dari waktu ke waktu ada bentuk standart dalam panjat tebing.

Teknik panjat tebing ada memiliki dasar teknik yang mana seorang pemanjat harus memahami tebing yang akan dia panjat. Bagaimana kontur tebing tersebut dengan apa saja yang akan dipergunakan, bagaimana bentuk pegangan serta celah-celah yang ada pada tebing tersebut bisa menentukan jalur pemanjatan, cara dan juga penggunaan alat perlengkapan panjat tebing yang benar, hal ini lah menjadi safety bagi seorang panjat tebing demi keamanan dirinya saat memanjat.

Berikut teknik memanjat dengan beberapa dikelompokkan bagian tebing yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh gaya tumpuan dan pegangan, diantaranya :

  1. Face Climbing, memanjat pada permukaan tebing masih terdapat adanya benjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun juga pegangan tangan.
  2. Friction atau Slab Climbing, mengandalkan gaya gesekan saat memanjat sebagai gaya penumpu
  3. Fissure Climbing, memanfaatkan celah yang digunakan oleh anggota badan pemanjat seolah-olah sebagai pasak waktu memanjat.


Dalam memanjat pun harus membawa alat-alat yang benar untuk panjat tebing, dimana dengan perlengkapan yang benar akan membantu kita demi safety sendiri. Bukan hal sepele untuk alat tebing ini karena kalau tidak memperhatikan tentu akan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat memanjat. Maka dari itu sangat perlu diperhatikan ketika mempersiapkan alat. Menggunakan tas carrier untuk membuat alat-alat panjat tebing sangatlah tepat karena tas satu ini cocok untuk digunakan travelling ke gunung.

Memanjat tebing bukan hanya saja dari sekedar hobi namun sering dilakukan kompetisi olahraga diberbagai dunia. Olahraga satu ini karena cukup digemari dikalangan remaja sehingga beberapa orang sudah melakukan kelompok untuk bertanding. Selain memperhatikan peralatan, juga harus memperhatikan apa yang menjadi keamanan untuk diri sendiri salah satunya menggunakan sepatu agar saat melakukan panjat tebing tidak terluka atau mengenai bebatuan yang tajam. Sepatu hiking ini cocok untuk panjat tebing karena desainnya yang pas untuk digunakan travelling.

Gunakan alat yang benar dan jaga kemanan sendiri saat mendaki. Safety harus lebih diperhatikan bagi seorang pendaki. Semoga bermanfaat !


EmoticonEmoticon